Lembaran Buku ke Dua
PERUBAHAN.
/pe.ru.ba.han/1 hal (keadaan) berubah; peralihan; pertukaran
Yap perubahan. Suatu hal yang kadangkala menjadi momok menakutkan bagi beberapa orang. tak terkecuali diri saya. Perubahan seringkali datang dengan kejutan atau bahkan menjadi hal yang pasti akan terjadi. Perubahan ini memiliki lingkup dan cakupan yang luas. Namun pada kesempatan kali ini izin kan saya untuk berbagi mengenai perubahan besar yang hingga saat ini saya alami tanpa saya bisa mengatasi. Apakah itu ?
Dimulai dari kehidupan saya yang dahulu penuh dengan peraturan, kedisiplinan dan juga ke konsistenan. Saya merupakan murid SMA boarding school dari salah satu boarding school yang terkenal di kota Batu. Dengan lingkungan dibawah kaki gunung panderman dan bukit paralayang, setiap harinya saya menjalakan rutinitas sebagaimana mestinya yang telah dipetakan oleh pihak pengurus. Dari sanalah saya menjadi pribadi yang sangat rajin dalam berbagai hal terutama dalam kegiatan-kegiatan yang bermanfaat. Lalu bagaimanakah runtutan kegiatan saya ?. Baik mari saya rincikan :
02.30 - 04.00 WIB Mandi pagi, Tahajjud, Aktivitas bebas
04.00 - 04.30 WIB Sholat subuh, Dzikir pagi
04.30 - 05.45 WIB Tahfidz
06.45 - 06.15 WIB Bersih Kamar
06.15 - 07.00 WIB Makan Pagi
07.00 - 14.30 WIB Kegiatan Sekolah & Makan Siang
14.30 - 15.00 WIB Mandi Sore
15.00 - 15.30 WIB Sholat Asar & Dzikir Petang
15.30 - 17.00 WIB Tahfidz Sore
17.00 - 18.00 WIB Persiapan Sholat Maghrib & Sholat Maghrib
18.00 - 18.30 WIB Makan Malam
18.30 - 19.30 WIB Sholat Isya & membaca Al-Mulk
19.30 - 21.30 WIB Belajar Malam
21.30 - keatas Biasanya saya gunakan waktu ini untuk mencuci dan lain2 kemudian tidur
begitu seterusnya, berputar rutinitas yang telah saya jabarkan bak roda. Dari sanalah timbul kebiasaan baik saya untuk terus rajin dalam hal sekecil apapun dan tak pernah menunda. Bisa dibilang saya menjadi orang terajin diantara teman-teman kamar saya; Oiya satu kamar di asrama saya berisi 10 orang dengan 2 kamar mandi dalam. Okay back to the topic :), Selalu pada tiap hari libur yakni hari minggu, disaat teman-teman lain tertidur dengan lelapnya saya lebih suka untuk membaca buku, berberes kamar, mencuci, menyetrika dan lain-lain. Bahkan teman-teman menjadikan saya sebagai alaram mereka.
Namun kali ini berbeda, saya sangat merindukan rutinitas dan kegiatan yang dahulu sering saya jalankan. Yap..., kali ini saya telah naik jenjang ke perguruan tinggi yang memberikan saya dalam sekejap pergantian lingkungan, teman, dan rutinitas yang selama 6 tahun telah saya jalankan di asrama kaki gunung panderman. Mengapa sedemikian rindunya?
Ternyata rutinitas yang selama ini telah saya jalani sedemikian rupa mulai terkikis dengan banyaknya kesibukkan perkuliahan yang dihadapi. Adapun lingkungan yang tidak sama seperti dahulu membuat saya mudah terlena dan juga tidak ada pengingat seperti teman-teman asrama saya dulu. Hal ini lah yang menjadi PR terbesar saya dan kedepannya, yakni beradaptasi dengan baik dan mengembalikan habit yang telah lama menghilang.
Maka timbul pertanyaan besar yakni :
"Bagaimana membiasakan perubahan dan bagaimana memperkuat pola pikir pertumbuhan."
Mungkin dalam kasus saya pertanyaan tersebut berubah manjadi membiasakan kebiasaan yang telah terbentuk pada kondisi yang berubah-ubah. Maka planning yang saya persiapkan untuk hal tersebut yaitu :
1. Menuliskan dan merincikan kembali rangkaian kebiasaan saya dahulu dengan beberapa penyesuaian yang disesuaikan dengan kesibukkan saya saat ini, kemudian akan saya tempel ditempat yang sering saya lihat maupun di setiap halaman depan device saya.
2. Memulai rutinitas dari list yang telah saya tulis yang menurut saya paling mudah untuk saya lakukan. yang kemudian sedikit demi sedikit saya tingkatkan dengan hitungan per 1 bulan. Hal tersebut berdasarkan pengetahuan saya yakni dalam membentuk sebuah habit diperlukan setidaaknya 30 hari.
Adapun berkenaan dengan membangun kebiasaan tersebut yang dimulai dari kebiasaan kecil namun dilakukan secara rutin hingga bertahun tahun, maka secara tidak langsung akan dapat membangun pula kerangka berpikir kita untuk menjadi lebih baik, karena hampir tidak mungkin untuk mengubah kerangka berpikir dalam waktu cepat karena membentuknya pun butuh proses.
Komentar
Posting Komentar